Home / NATIONAL

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kemenko Hilirisasi Dibentuk, Ini Penjelasan Bahlil

JAKARTA|Atisinews.com – Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi untuk memperkuat koordinasi program strategis pemerintah. Menteri Koordinator yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan tantangan geopolitik dan perubahan kondisi ekonomi global.

Bahlil menyampaikan penjelasan itu di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Menurutnya, ketidakpastian situasi internasional menuntut Indonesia menyiapkan kebijakan yang mampu mendukung ketahanan energi sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih.

Ia mengatakan, hilirisasi sumber daya alam dan transisi energi merupakan dua agenda yang membutuhkan koordinasi menyeluruh. Pelaksanaannya melibatkan berbagai sektor sehingga tidak cukup apabila setiap program dijalankan secara terpisah tanpa arah kebijakan yang terintegrasi.

Baca Juga  Tok! DPR Sahkan APBN 2027, Belanja Capai Rp4.106 Triliun

Bahlil menjelaskan, pembentukan kementerian koordinator tersebut juga berkaitan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement atau Perjanjian Paris. Komitmen tersebut menjadi salah satu konteks bagi pemerintah dalam mendorong transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih.

Menurut Bahlil, Presiden Prabowo menghendaki agar program hilirisasi dan transisi energi dijalankan secara komprehensif, terukur, serta memiliki sasaran yang jelas. Dengan koordinasi lintas sektor, pemerintah diharapkan dapat menyelaraskan perencanaan dan mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional.

Baca Juga  Prabowo Minta Karhutla Ditindak sebagai “Terorisme Ekologi”

Prabowo melantik Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis (1/10/2026). Dalam penugasan tersebut, Bahlil tetap merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM. Ia menyatakan akan menjalankan kedua tanggung jawab tersebut sesuai amanah dan arahan Presiden.

Pembentukan kementerian koordinator ini menempatkan hilirisasi dan transisi energi dalam satu kerangka koordinasi. Pelaksanaannya ke depan akan berkaitan dengan konsolidasi kebijakan, penentuan prioritas, dan pencapaian target pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta mendorong pengembangan energi bersih.***

Share :

Baca Juga

NATIONAL

Gibran Hormati Putusan MK, Pilih Fokus Jalankan Tugas untuk Masyarakat

NATIONAL

Kejagung Siapkan Penyerahan Uang Rp13,2 Triliun kepada Negara

NATIONAL

MK Nyatakan Sengketa Ijazah Gibran Tak Dapat Diterima

NATIONAL

Prabowo Sebut Kemenangan Indonesia atas Thailand Bersejarah

NATIONAL

Prabowo Tekankan Bakom Serap Aspirasi dan Kritik Masyarakat

NATIONAL

Pratikno Pimpin Wantimpres, Prabowo Lantik 26 Tokoh di Istana Negara

CELEBRITY NEWS - ENTERTAINMENT

Ditjenpas Jabar Periksa Pemberian Remisi Indra Kenz, Status Bebas Bersyarat Jadi Sorotan

NATIONAL

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 18 Pejabat Hari Ini