Home / NATIONAL

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:30 WIB

Buka Kongres API, Wapres Gibran Serukan Perkuat Toleransi

TANGERANG |Atisinews.com — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026).

Wapres mengatakan keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga persatuan dan membangun kehidupan sosial yang damai serta saling menghormati. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas masih adanya kasus intoleransi yang terjadi di sejumlah daerah.

“Indonesia adalah negara, bangsa yang majemuk. Perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, nilai-nilai toleransi. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika di tempat Bapak Ibu masih terjadi kasus-kasus intoleransi,” ujar Wapres.

Menurut Gibran, pemerintah memiliki perhatian serius terhadap persoalan intoleransi, terutama dalam memastikan setiap warga negara memperoleh kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beragama, kata dia, merupakan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Pemerintah memiliki perhatian serius terkait ini. Negara harus hadir menjamin kemerdekaan warganya dalam memeluk dan menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing, seperti yang diamanatkan di Undang-Undang Dasar 1945,” tegas Wapres.

Gibran kemudian menyinggung penanganan persoalan yang terjadi di GKPI Rajeg. Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan pendeta, pengurus gereja, dan sejumlah pemangku kepentingan di daerah untuk mencari penyelesaian atas persoalan tersebut.

Baca Juga  Wapres Gibran Dorong Inovasi Pembelajaran untuk Percepat Pendidikan di Indonesia Timur

Wapres menjelaskan, gereja tidak ditutup, tetapi dipindahkan ke lokasi baru yang dinilai lebih layak dengan bantuan pemerintah daerah. Dengan solusi tersebut, jemaat tetap dapat melaksanakan ibadah. Menurutnya, penyelesaian persoalan itu merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah secara aman dan nyaman.

Pengalaman tersebut menjadi alasan Gibran mengingatkan para pemangku kepentingan di daerah agar lebih peka terhadap dinamika sosial di wilayah masing-masing. Setiap persoalan yang berpotensi memunculkan intoleransi, menurutnya, perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Saya selalu mengingatkan kepada para pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah, Kapolda, Pangdam, agar peka terhadap kondisi di tengah masyarakat. Jika ada percikan-percikan intoleransi di tengah masyarakat, segera selesaikan, segera dicari solusinya,” pinta Wapres.

Ia menekankan, menjaga kerukunan dan persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat, termasuk para rohaniwan, memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Karena itu, Kongres Nasional ke-V API diharapkan tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga memperkuat kontribusi para pendeta dalam menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa.

Wapres juga mengajak masyarakat untuk saling menguatkan, membantu, dan menghargai perbedaan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi maupun mempercayai kabar bohong yang dapat dimanfaatkan untuk memecah persatuan.

Baca Juga  Transformasi Satpam Jadi VIP Protection, Tren Baru Pengamanan Elite di Indonesia

“Mari kita jaga Indonesia bersama-sama. Kita harus saling menguatkan, saling bantu, saling topang. Jadikan perbedaan bukan sebagai pemecah belah. Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya dengan kabar bohong,” tutup Wapres.

API Miliki Kepengurusan di 34 Provinsi

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal API sekaligus Ketua Panitia Kongres, Pdt. Estefanus Baalati, melaporkan perkembangan organisasi yang berdiri sejak 2002 tersebut. API kini memiliki kepengurusan di 34 provinsi dan sekitar 208 kabupaten/kota.

Selain itu, API memiliki tiga perwakilan luar negeri yang berada di Timur Tengah, Malaysia, dan Hong Kong. Kongres Nasional ke-V API diikuti hampir 400 peserta dari berbagai daerah.

Estefanus mengapresiasi kehadiran Wapres dalam kongres tersebut. Menurutnya, kehadiran Wapres menjadi bagian dari semangat untuk terus merangkul berbagai elemen masyarakat dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

“Kami bukan sekadar melihat beliau sebagai Wakil Presiden, tetapi kami melihat beliau sebagai pribadi yang berkarya bagi bangsa. Kerja-kerja yang dilakukan oleh Bapak Wapres kita, kerja-kerja yang menyatukan semua elemen, kerja-kerja yang menyatukan dan merangkul semua umat,” ungkap Estefanus.

Kongres Nasional ke-V API menjadi momentum konsolidasi para pendeta dari berbagai daerah. Agenda kongres meliputi konsolidasi nasional, pembekalan kader, pemilihan DPP API periode 2026–2031, serta penetapan arah organisasi dan program kerja strategis.***

Share :

Baca Juga

NATIONAL

Subsidi Pemerintah Pangkas Pelunasan Haji 2027 Jadi Rp23,2 Juta

NATIONAL

Gibran Hormati Putusan MK, Pilih Fokus Jalankan Tugas untuk Masyarakat

NATIONAL

Kejagung Siapkan Penyerahan Uang Rp13,2 Triliun kepada Negara

NATIONAL

MK Nyatakan Sengketa Ijazah Gibran Tak Dapat Diterima

NATIONAL

Prabowo Sebut Kemenangan Indonesia atas Thailand Bersejarah

NATIONAL

Prabowo Tekankan Bakom Serap Aspirasi dan Kritik Masyarakat

NATIONAL

Pratikno Pimpin Wantimpres, Prabowo Lantik 26 Tokoh di Istana Negara

CELEBRITY NEWS - ENTERTAINMENT

Ditjenpas Jabar Periksa Pemberian Remisi Indra Kenz, Status Bebas Bersyarat Jadi Sorotan