PURWAKARTA | Atisinews.com – Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai direalisasikan. Sebanyak 500.000 genteng tanah liat hasil produksi perajin lokal diberangkatkan menggunakan 125 truk dari kawasan Pasar Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). Pengiriman ini menjadi langkah awal pemerintah dalam mendorong penggunaan genteng untuk hunian masyarakat sekaligus menggerakkan industri lokal.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melepas pengiriman tersebut. Genteng didistribusikan ke sejumlah titik di Purwakarta untuk mendukung kebutuhan perumahan dan program perbaikan rumah masyarakat. Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan kenyamanan hunian sekaligus memperkuat pemanfaatan produk dalam negeri.
Maruarar mengatakan, Program Gentengisasi merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mendorong penggantian atap seng pada rumah masyarakat. Menurutnya, penggunaan atap seng dapat membuat suhu di dalam rumah terasa lebih panas. Penggunaan genteng tanah liat diharapkan menjadi alternatif untuk menciptakan hunian yang lebih nyaman.
Sementara itu, Tito Karnavian mengungkapkan sekitar 57 persen rumah di Indonesia menggunakan atap genteng, sedangkan hampir 37 persen masih menggunakan seng. Selebihnya menggunakan material lain, seperti asbes, papan, bambu, ijuk, dan jerami. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas hunian dan penataan lingkungan permukiman.
Selain memperhatikan kondisi tempat tinggal masyarakat, Program Gentengisasi juga diarahkan untuk menggerakkan perekonomian daerah. Pesanan dalam jumlah besar diharapkan meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perajin genteng tanah liat di Plered. Distribusi menggunakan 125 truk juga membuka aktivitas ekonomi bagi sopir dan pekerja angkutan yang terlibat.
Pemerintah turut mendorong peningkatan kualitas produksi dan standardisasi genteng agar perajin lokal mampu memenuhi kebutuhan program perumahan secara berkelanjutan. Dengan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas hunian, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Pengiriman 500.000 genteng dari Plered menjadi tahap awal pelaksanaan Program Gentengisasi Prabowo. Keberlanjutan program akan bergantung pada kesiapan produksi, kualitas material, distribusi, dan ketepatan sasaran penerima manfaat. Dengan demikian, program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong kebangkitan industri genteng tanah liat Indonesia.***












