JAKARTA|Atisinews.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Insiden yang dilaporkan terjadi pada 10 dan 11 Oktober 2026 itu menimbulkan korban jiwa serta mengganggu keamanan penerbangan di salah satu pusat transportasi udara utama kerajaan tersebut.
Dalam laporan serangan pada Sabtu (10/10/2026), sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk delapan warga negara asing (WNA). Sementara itu, laporan insiden pada Minggu (11/10/2026) menyebutkan satu orang tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka. Kedua laporan tersebut perlu dibedakan berdasarkan waktu kejadian untuk memberikan gambaran yang akurat kepada masyarakat.
Bandara Internasional King Khalid yang berlokasi di Riyadh menjadi perhatian setelah serangan berulang meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penumpang dan pekerja penerbangan. Pemeriksaan fasilitas serta penanganan dampak serangan turut memengaruhi operasional penerbangan. Penumpang diimbau mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara dan maskapai masing-masing.
Ancaman juga datang dari kelompok Houthi yang memperingatkan pelancong agar menghindari bandara-bandara di Arab Saudi. Peringatan tersebut memperbesar kekhawatiran bahwa fasilitas penerbangan sipil dapat kembali terdampak dalam eskalasi konflik. Meski demikian, klaim mengenai pelaku, sasaran, dan perkembangan serangan perlu diperiksa melalui sumber resmi serta laporan independen.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan yang mengancam keselamatan warga sipil dan infrastruktur sipil. PBB mendorong penghentian kekerasan serta menekankan pentingnya perlindungan masyarakat di tengah meningkatnya ketegangan regional. Serangan terhadap fasilitas sipil juga menimbulkan perhatian terhadap kepatuhan pihak-pihak yang bertikai pada hukum humaniter internasional.
Perkembangan tersebut turut memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan meluasnya konflik yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Kabar mengenai kemungkinan Suriah memberikan bantuan militer kepada Arab Saudi juga menjadi perhatian, tetapi informasi itu perlu dikonfirmasi melalui pernyataan resmi pemerintah terkait sebelum dipastikan sebagai kebijakan yang telah ditetapkan.
Hingga Senin (12/10/2026), situasi keamanan dan dampak serangan terhadap perjalanan udara masih perlu dipantau. Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui Riyadh disarankan mengecek pengumuman resmi bandara dan maskapai untuk mengetahui perubahan jadwal, pembatasan operasional, serta perkembangan keamanan terbaru.***













