JAKARTA|Atisinews.com – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengutuk dugaan upaya kelompok Houthi menargetkan Kota Makkah. Raja Salman menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan keji yang melanggar kesucian tempat-tempat suci dan memprovokasi umat Islam di seluruh dunia. Pernyataan itu disampaikan saat memimpin rapat kabinet mingguan di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (22/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Raja Salman juga menyebut Houthi sebagai milisi teroris dan mengecam upaya berulang yang menurut otoritas Saudi diarahkan ke Makkah. Ia turut mengapresiasi pasukan militer dan aparat keamanan Saudi yang disebut telah menjaga keamanan wilayah kerajaan, termasuk tempat-tempat suci dan para jemaah.
Sebelumnya, Arab Saudi melaporkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan oleh milisi Houthi. Menurut keterangan Koalisi Pendukung Pemerintah Yaman, drone tersebut dicegat pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 18.50 waktu setempat, di sebelah selatan Makkah, sebelum memasuki wilayah udara terlarang kota suci tersebut.
Pihak Arab Saudi menilai insiden itu sebagai ancaman serius terhadap keamanan Makkah. Otoritas Saudi menyatakan keamanan Masjidil Haram, Masjid Nabawi, jemaah, warga, dan penduduk kerajaan merupakan prioritas yang harus dijaga di tengah meningkatnya eskalasi konflik dengan Houthi.
Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Houthi. Kelompok yang menguasai sebagian wilayah Yaman itu menyatakan tidak menargetkan Makkah dan menyebut tuduhan Arab Saudi sebagai klaim yang tidak benar. Karena itu, klaim mengenai sasaran langsung serangan terhadap Makkah perlu dibedakan antara keterangan otoritas Saudi dan bantahan Houthi.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan antara Arab Saudi dan Houthi pada September 2026. Associated Press melaporkan bahwa selain insiden di sekitar Makkah, Arab Saudi juga menyatakan telah menggagalkan serangan Houthi terhadap sejumlah wilayah lain, sementara sebagian klaim serangan dari kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen.
Pernyataan Raja Salman pada Selasa (22/9/2026) di Jeddah menunjukkan perhatian serius pemerintah Arab Saudi terhadap keamanan Makkah di tengah eskalasi regional. Pemerintah Saudi menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah kerajaan dan tempat-tempat suci dari ancaman serangan.***












