JAKARTA|Atisinews.com — Konser YE atau Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Sabtu, 24 Oktober 2026, akan berlangsung bertepatan dengan Jakarta Running Festival (JRF). Dua agenda besar tersebut diproyeksikan meningkatkan aktivitas ekonomi, pariwisata, dan industri kreatif di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal itu saat konferensi pers YE Live in Jakarta 2026 di Balai Kota Jakarta, Selasa, 15 September 2026. Menurut Pramono, Jakarta mendapat perhatian internasional karena menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang menjadi lokasi konser Ye dalam rangkaian turnya.
Pelaksanaan konser tersebut juga bertepatan dengan Jakarta Running Festival 2026 yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026. Pramono menyebut jumlah peserta JRF diperkirakan mencapai sekitar 35.000 hingga 38.000 pelari. Kondisi ini membuat pergerakan masyarakat di Jakarta diperkirakan meningkat pada periode yang sama.
“Kebetulan acara ini berdampingan dengan Jakarta Running Festival, yang juga menghadirkan hampir kurang lebih 35 sampai 38 ribu pelari,” kata Pramono. Ia menyebut Pemprov DKI akan membantu persiapan dan melakukan koordinasi agar kedua kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik.
Dampak ekonomi diperkirakan muncul dari belanja penonton, wisatawan, hotel, restoran, transportasi, hingga sektor ekonomi kreatif. Promotor juga memproyeksikan lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara datang ke Jakarta untuk menyaksikan konser Ye. Pembeli tiket tercatat berasal dari puluhan negara.
Dengan berlangsungnya dua agenda berskala besar dalam waktu berdekatan, Jakarta berpotensi mengalami peningkatan aktivitas perdagangan dan jasa. Namun, besaran perputaran ekonomi hingga Rp150 miliar masih perlu ditempatkan sebagai proyeksi dan bukan angka realisasi, karena sumber resmi yang diperiksa belum menunjukkan angka tersebut sebagai nilai final.
Pemprov DKI menyiapkan koordinasi transportasi dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan akibat konser dan JRF. Pemerintah berharap momentum tersebut dapat memberikan manfaat bagi pariwisata, pelaku usaha, serta ekosistem ekonomi kreatif Jakarta.***












