Home / ECONOMICS - BUSINESS

Senin, 14 September 2026 - 07:39 WIB

Dua Hari Jelang Ekspor ke Swedia, Mebel dan Kerajinan Kayu Jati Rp1,3 Miliar di Ngawi Ludes Terbakar

NGAWI|Atisinews.com — Kebakaran hebat melanda rumah produksi mebel dan kerajinan kayu jati di kawasan wisata Tirta dan Kuliner, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026).

Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan produksi, tumpukan bahan baku kayu jati, serta sejumlah mebel dan kerajinan yang telah selesai diproduksi. Barang-barang tersebut bahkan sudah dikemas dan dijadwalkan diekspor ke Swedia dalam dua hari.

Pemilik rumah produksi, Suwardi (60), memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Menurutnya, produk yang terbakar tidak hanya bahan baku, tetapi juga berbagai kerajinan yang telah siap dikirim ke luar negeri.

“Barang yang terbakar termasuk kerajinan yang sudah jadi dan sudah dipacking. Dua hari lagi rencananya akan diekspor ke Swedia. Kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp1,3 miliar,” kata Suwardi.

Baca Juga  Program Gentengisasi Prabowo Dimulai, 500 Ribu Genteng Dikirim dari Purwakarta

Suwardi mengatakan, api pertama kali terlihat dari tumpukan kayu jati di ruang pengolahan. Ia menduga kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh salah seorang karyawan.

“Api awalnya dari tumpukan kayu jati di ruang bagian pengolahan. Diduga dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh karyawan,” ujarnya.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas juga mendapat dukungan personel Kodim 0805 Ngawi serta bantuan suplai air dari BPBD Kabupaten Ngawi.

Petugas Pemadam Kebakaran Ngawi, Joko Kartolo, mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Material yang terbakar didominasi kayu jati kering, sementara hembusan angin cukup kencang sehingga api mudah merambat. Keterbatasan suplai air juga menjadi kendala di lapangan.

Baca Juga  5 Jurnalis Hilang Kontak, Saat Meliput Gunung Anak Krakatau

“Kendalanya suplai air yang kurang memadai dan kondisi angin cukup kencang. Api cepat merambat karena yang terbakar merupakan bahan kayu yang kering,” jelas Joko.

Petugas kemudian melakukan penyemprotan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

“Sampai saat ini petugas masih terus melakukan pemadaman. Kami berupaya sampai kondisi benar-benar hijau atau api dinyatakan padam,” tambahnya.

Hingga proses pemadaman berlangsung, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku di lokasi dengan dukungan personel TNI dan Polri. Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penanganan dan pengamanan di sekitar lokasi.

Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi masih menunggu proses pemadaman dan pemeriksaan lebih lanjut setelah lokasi dinyatakan aman.****

Share :

Baca Juga

ECONOMICS - BUSINESS

Program Gentengisasi Prabowo Dimulai, 500 Ribu Genteng Dikirim dari Purwakarta

ECONOMICS - BUSINESS

Dolar AS Tembus Rp18.000, Ini Penyebab Rupiah Melemah

ECONOMICS - BUSINESS

Ekonomi Nasional Hari Ini: Rupiah Tertekan, Emas Tembus Rp2,65 Juta, Beras Masih di Atas HET

ECONOMICS - BUSINESS

10 Wisata Singapura yang Jadi Favorit Wisatawan Indonesia

ECONOMICS - BUSINESS

Hoe Nam Prawn Noodles, Sensasi Kuliner Legendaris Singapura yang Wajib Dicoba Wisatawan

ECONOMICS - BUSINESS

Detik-Detik Ibu Hamil Melahirkan di Dalam KRL

ECONOMICS - BUSINESS

Xiaomi Hadirkan 3 Wearable Baru, Intip Harga dan Speknya

ECONOMICS - BUSINESS

Teddy Viral, Disebut Usir Pejabat dari Gerbong LRT