Home / TECHNOLOGY

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:17 WIB

BRIN Perkuat Teknologi Biomedis untuk Dorong Inovasi Kesehatan Indonesia

BANDUNG|Atisinews.com — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pengembangan teknologi biomedis untuk mendukung kemajuan kesehatan di Indonesia. Pengembangan riset dilakukan melalui kolaborasi lintas disiplin, terutama bidang teknologi, rekayasa, dan kedokteran.

Penguatan tersebut dibahas dalam webinar “Inovasi Teknologi Biomedis untuk Memahami dan Meningkatkan Kualitas Kesehatan Manusia” yang digelar Grup Riset Bio Mekatronika, Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, pada Senin, 21 September 2026, di Bandung. Forum ini membahas peluang pemanfaatan teknologi untuk memahami sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan manusia.

Kepala PRMC BRIN Yanuandri Putrasari mengatakan, perkembangan teknologi biomedis kini tidak sebatas menghasilkan perangkat kesehatan. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk menganalisis dan mengamati kondisi kesehatan manusia secara lebih komprehensif.

Baca Juga  Tren Kutek 2026, Warna Cantik untuk Gaya Lebih Anggun

“Perkembangan teknologi biomedis sangat pesat. Jadi teknologi biomedis tidak hanya menciptakan alat, tetapi juga menjadi sarana untuk menganalisis, kemudian mengamati kondisi kesehatan manusia,” ujar Yanuandri.

Salah satu riset yang dibahas ialah gait analysis atau analisis gerak. Peneliti Universitas Gadjah Mada Ridwan Wicaksono menjelaskan, analisis gerak dapat mendukung terapi, teknologi asistif, hingga sports science. Penerapannya mencakup pengumpulan data, pre-processing, integrasi, hingga implementasi hasil analisis.

Baca Juga  Xiaomi Hadirkan 3 Wearable Baru, Intip Harga dan Speknya

Pengembangan teknologi kesehatan juga harus memperhatikan kebutuhan pengguna. Peneliti Institut Teknologi Bandung Allya Paramita Koesoema menilai teknologi kesehatan perlu dirancang berdasarkan keseluruhan siklus perawatan, termasuk kebutuhan pengguna, tenaga kesehatan, fasilitas layanan, pembiayaan, regulator, dan industri.

Riset biomedis BRIN juga mencakup pemanfaatan electroencephalography (EEG), motor imagery, dan brain-computer interface (BCI) untuk memahami aktivitas otak serta intensi gerak. Kolaborasi lintas bidang tersebut diharapkan mendorong lahirnya inovasi kesehatan yang lebih aplikatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.***

Share :

Baca Juga

TECHNOLOGY

Komputer Makin Canggih, Teknologi Apa yang Bisa Menggantikannya?

TECHNOLOGY

Robotika Polifungsional Makin Canggih, Manusia Dituntut Beradaptasi dengan Era Mesin Cerdas

TECHNOLOGY

Teknologi AI dan Zero Trust Jadi Strategi Baru Keamanan Perbankan Digital

TECHNOLOGY

6 Tren Keamanan Siber 2026 yang Perlu Diantisipasi Perusahaan

TECHNOLOGY

Teknologi FDS Perkuat Sistem Keamanan Perbankan di Era Digital

TECHNOLOGY

Tren Rambut 2026: Warna Dua Sisi Pink-Hitam hingga Biru-Hitam Makin Digemari

TECHNOLOGY

Tren Model Dress Brokat 2026 Semakin Modern, Elegan untuk Pesta

TECHNOLOGY

Tren Kutek 2026, Warna Cantik untuk Gaya Lebih Anggun