Home / TECHNOLOGY

Selasa, 29 September 2026 - 09:19 WIB

Teknologi FDS Perkuat Sistem Keamanan Perbankan di Era Digital

Teknologi FDS Perkuat Sistem Keamanan Perbankan di Era Digital

JAKARTA — Perkembangan teknologi digital mendorong industri perbankan terus memperkuat sistem keamanan untuk melindungi transaksi, data nasabah, serta keberlangsungan layanan. Teknologi keamanan kini menjadi bagian penting dalam menghadapi risiko siber yang semakin kompleks.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan Anggota Dewan Komisioner Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum menekankan pentingnya tata kelola teknologi informasi, manajemen risiko, pengamanan informasi dan jaringan komunikasi, pelindungan data pribadi, serta audit internal. Aturan tersebut berlaku sejak 1 Maret 2026.

Baca Juga  Prabowo Minta Karhutla Ditindak sebagai “Terorisme Ekologi”

Penguatan keamanan juga mencakup kemampuan bank dalam mendeteksi aktivitas yang tidak wajar. Dalam sistem pembayaran BI-FAST, Bank Indonesia telah mengatur penggunaan Fraud Detection System (FDS) untuk mendeteksi anomali transaksi dan memitigasi risiko transaksi keuangan mencurigakan.

Selain deteksi fraud, keamanan siber menjadi perhatian utama karena digitalisasi meningkatkan keterhubungan antarsistem. Bank Indonesia menyebut insiden siber di sektor keuangan berpotensi menimbulkan kerugian serta mengganggu stabilitas sistem keuangan. Karena itu, penyelenggara sistem pembayaran diwajibkan membangun keamanan sistem informasi dan ketahanan siber melalui langkah antisipatif, adaptif, dan proaktif.

Baca Juga  Teknologi AI dan Zero Trust Jadi Strategi Baru Keamanan Perbankan Digital

OJK juga menegaskan pada April 2026 bahwa keamanan siber bukan sekadar persoalan teknis. Ketahanan siber diperlukan untuk menjaga keberlangsungan industri keuangan digital, kepercayaan masyarakat, dan keamanan ekosistem keuangan yang semakin terhubung.

Dengan demikian, teknologi mutakhir dalam sistem keamanan perbankan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan terhadap serangan siber. Sistem tersebut juga mendukung pengawasan transaksi, perlindungan data nasabah, pengelolaan risiko, serta pemulihan layanan ketika terjadi gangguan. Penguatan teknologi harus berjalan bersama tata kelola, pengawasan, dan kesiapan sumber daya manusia.***

Share :

Baca Juga

TECHNOLOGY

Komputer Makin Canggih, Teknologi Apa yang Bisa Menggantikannya?

TECHNOLOGY

Robotika Polifungsional Makin Canggih, Manusia Dituntut Beradaptasi dengan Era Mesin Cerdas

TECHNOLOGY

BRIN Perkuat Teknologi Biomedis untuk Dorong Inovasi Kesehatan Indonesia

TECHNOLOGY

Teknologi AI dan Zero Trust Jadi Strategi Baru Keamanan Perbankan Digital

TECHNOLOGY

6 Tren Keamanan Siber 2026 yang Perlu Diantisipasi Perusahaan

TECHNOLOGY

Tren Rambut 2026: Warna Dua Sisi Pink-Hitam hingga Biru-Hitam Makin Digemari

TECHNOLOGY

Tren Model Dress Brokat 2026 Semakin Modern, Elegan untuk Pesta

TECHNOLOGY

Tren Kutek 2026, Warna Cantik untuk Gaya Lebih Anggun