Home / INTERNATIONAL

Senin, 21 September 2026 - 05:02 WIB

Saudi Balas Houthi, 28 Serangan Udara Hantam Yaman

RIYADH|Atisinews.com — Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali meningkat. Pada Sabtu, 19 September 2026, Houthi mengklaim Arab Saudi melancarkan 28 serangan udara ke sejumlah wilayah Yaman dalam kurun 24 jam. Klaim tersebut disampaikan juru bicara militer Houthi Yahya Saree pada Minggu, 20 September 2026, dan menyebut serangan terjadi di wilayah Taiz, Al-Jawf, dan Marib.

Houthi menyebut serangan udara tersebut menggunakan pesawat F-15 dan Typhoon yang disebut beroperasi dari pangkalan udara Khamis Mushait dan Taif. Namun, jumlah 28 serangan itu merupakan klaim dari pihak Houthi dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Ketegangan tersebut terjadi setelah Houthi pada Sabtu, 19 September 2026, mengklaim menyerang sejumlah sasaran di Riyadh menggunakan rudal dan drone. Militer Arab Saudi kemudian menyatakan telah mencegat rudal balistik yang diarahkan ke ibu kota. Serangan tersebut menjadi ancaman pertama ke Riyadh sejak eskalasi terbaru pertempuran Saudi-Houthi dimulai pada Juli 2026.

Baca Juga  Trump Siapkan Bom 900 Kg untuk Israel, Nilainya Fantastis

Warga Riyadh sempat mendengar suara ledakan dan melihat kepulan asap hitam di sekitar King Khalid International Airport, Riyadh, Arab Saudi. Rekaman dan foto yang diverifikasi Reuters memperlihatkan asap serta kobaran api di area yang diduga berada di dekat fasilitas penyimpanan bahan bakar. Pemerintah Saudi melaporkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan akibat rudal yang dicegat tersebut.

Houthi menyatakan serangan terhadap Riyadh merupakan respons atas operasi militer Saudi di Yaman. Dalam perkembangan konflik, kelompok tersebut juga mengklaim menyerang fasilitas terkait perusahaan minyak Aramco di Yanbu. Saudi menyatakan upaya serangan terhadap sejumlah wilayah, termasuk Yanbu, Taif, Baysh dan Farasan, berhasil digagalkan sistem pertahanan udaranya.

Baca Juga  Rumah Mewah Ipda Yayat Sudrajat Digeledah KPK, Komisi III DPR: Harus Diusut Tuntas

Eskalasi ini juga memicu kewaspadaan Amerika Serikat. Departemen Luar Negeri AS kembali mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga Amerika di kawasan Timur Tengah dan mengingatkan bahwa situasi konflik berpotensi meningkat dengan cepat. AS juga memperingatkan kemungkinan gangguan perjalanan, termasuk pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara.

Konflik Saudi-Houthi kini tidak hanya berdampak pada keamanan Yaman dan Arab Saudi, tetapi juga meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di kawasan Laut Merah. Dewan Keamanan PBB sebelumnya mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi, sementara perkembangan terbaru di lapangan menunjukkan konflik masih berlangsung dan kedua pihak saling melancarkan serangan.***

Share :

Baca Juga

INTERNATIONAL

Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Setelah Menang Dramatis atas Thailand

INTERNATIONAL

Rudal Balistik Korut Meluncur 700 Km, Seoul Perketat Kewaspadaan

INTERNATIONAL

Garuda Pesta Gol, Timnas Indonesia Taklukkan Bangladesh 9-2 dan Tembus Final

INTERNATIONAL

Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad, Wafat di Usia 100 Tahun

INTERNATIONAL

Jinping di Gedung Putih, Trump Bahas AI dan Dagang

INTERNATIONAL

Raja Salman Kutuk Upaya Houthi Targetkan Makkah

INTERNATIONAL

Presiden Iran Pezeshkian Tegas di PBB, Iran Pertahankan Nuklir Sipil

INTERNATIONAL

Calon Gubernur Peru Ditembak Mati Saat Kampanye