Home / EDUCATIONAL

Rabu, 29 April 2026 - 07:36 WIB

Garda Baru Keamanan Sikka Dimulai: 93 Satpam Digembleng Jadi Penjaga Profesional

NTT, atisinews.com – Langit pagi di Lapangan Apel Polres Sikka, Selasa (28/04/2026), menjadi titik awal lahirnya garda baru pengamanan swakarsa. Tepat pukul 08.00 WITA, suasana khidmat menyelimuti pembukaan Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Pratama Gelombang VIII Tahun 2026 yang secara resmi digelar Polres Sikka sebagai langkah strategis mencetak tenaga keamanan yang tangguh, disiplin, dan profesional.

Bertempat di Jalan Jenderal A. Yani, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Sikka, AKP Donatus Paru, selaku Inspektur Upacara. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya proses pembentukan karakter dan mental bagi para calon satuan pengamanan.

Sebanyak 93 peserta pelatihan hadir sebagai angkatan baru yang diharapkan menjadi ujung tombak pengamanan swakarsa di wilayah hukum Polres Sikka. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Propam Polres Sikka AKP Fransiskus Somba Zay, Kasikum Polres Sikka IPTU Ali Murjali, serta jajaran Sat Binmas yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan ini.

Baca Juga  Masyarakat dan Satpam Bersinergi, Pilar Kuat Swakarsa Menjaga Keamanan Wilayah

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan sarat makna, mulai dari penghormatan kepada Inspektur Upacara, pengibaran lagu Indonesia Raya, hingga penyematan tanda peserta yang menandai dimulainya pendidikan resmi. Momen semakin khidmat ketika seluruh peserta mengucapkan janji siswa Satpam sebagai ikrar moral untuk menjalankan tugas dengan integritas.

Dalam amanatnya, AKP Donatus Paru menegaskan bahwa Satpam bukan sekadar penjaga keamanan, melainkan representasi kehadiran negara dalam menjaga ketertiban lingkungan. Ia menekankan pentingnya etika profesi, disiplin, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi dinamika ancaman keamanan yang terus berkembang.

Baca Juga  Juicy Luicy Sepi Penonton di Pestapora 2026

“Pegang teguh etika profesi, utamakan keselamatan, dan terus tingkatkan kemampuan. Seorang Satpam harus mampu membaca potensi gangguan sejak dini serta menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.

Pelatihan yang berlangsung selama delapan hari, mulai 28 April hingga 5 Mei 2026 ini, dirancang tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat mental, karakter, serta kepekaan sosial para peserta. Polres Sikka menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi penting dalam membangun sistem keamanan berbasis kemitraan Polri dan masyarakat.

Kegiatan pembukaan berakhir pukul 08.30 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Namun lebih dari sekadar seremoni, momentum ini menjadi awal lahirnya 93 calon Satpam yang diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan rasa aman di tengah masyarakat Sikka.***

Share :

Baca Juga

EDUCATIONAL

INTI Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Xiamen University

EDUCATIONAL

Pramono Anung Apresiasi Gedung SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta yang Kini Lebih Modern

EDUCATIONAL

Ironi Pendidikan di Lumbung Minyak Rohil, Siswa Sinaboi Belajar di Kelas Bocor

EDUCATIONAL

Tiga Sekawan Alumni SMK Bhakti Anindya, Beda Kampus Tetap Kompak

EDUCATIONAL

Cegah Banjir, Polisi dan Warga Jelambar Baru Bersihkan Drainase

EDUCATIONAL

DPN IARMI 2025–2030 Resmi Dikukuhkan, Bahrullah Akbar Tekankan Bela Negara dan Lawan Hoaks

EDUCATIONAL

Prabowo Libatkan Ilmuwan dalam Pengelolaan Gambut Cegah Karhutla

ARMY - POLICE

FKPMS Jakbar Perkuat Sinergi Polisi dan Sekolah