ROKAN HILIR|Atisinews.com – Potret memprihatinkan dunia pendidikan muncul dari Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau. Para murid SMP di Sinaboi Satu Atap dilaporkan harus mengikuti pembelajaran di ruang kelas dengan atap bocor dan dinding kayu yang lapuk. Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah rekaman video yang memperlihatkan kerusakan fasilitas sekolah beredar di media sosial pada awal Oktober 2026.
Video yang direkam pada Selasa, 6 Oktober 2026, memperlihatkan kondisi ruang kelas dengan atap seng berlubang, dinding kayu yang rusak, serta air hujan yang masuk ke dalam ruangan. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kenyamanan dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kondisi ini menjadi perhatian publik karena Sinaboi berada di Kabupaten Rokan Hilir, wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil minyak bumi melalui aktivitas industri hulu migas di Blok Rokan. Ironi tersebut memicu keprihatinan masyarakat, terutama ketika fasilitas pendidikan dasar masih membutuhkan perbaikan agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Seorang orang tua murid yang merekam kondisi sekolah menyampaikan harapannya agar pemerintah segera memberikan perhatian. Dalam rekaman yang beredar, orang tua bahkan menyatakan kesediaan untuk bergotong royong membawa seng dan papan sendiri apabila diperlukan demi memperbaiki ruang kelas. Pernyataan itu menggambarkan besarnya harapan keluarga siswa terhadap tersedianya fasilitas pendidikan yang layak.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir menyatakan bahwa pembangunan SMP Sinaboi Satu Atap telah diusulkan melalui program revitalisasi sekolah jalur Bantuan Presiden (Banpres) untuk Tahun Anggaran 2026–2027. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil, Leo, menyampaikan keterangan tersebut pada Rabu, 7 Oktober 2026. Ia berharap usulan itu dapat terealisasi sehingga kondisi sarana pendidikan di Sinaboi bisa ditingkatkan.
“Insyaallah, pembangunan SMP satu Atap Kecamatan Sinaboi telah dimasukkan dalam usulan bantuan melalui program revitalisasi Jalur Bantuan Presiden (Banpres) Tahun Anggaran 2026–2027. Kami berharap program ini dapat terealisasi sesuai harapan sehingga mampu memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Kecamatan Sinaboi,” ujar Leo.
Meski demikian, usulan bantuan belum dapat disamakan dengan kepastian dimulainya pembangunan. Masyarakat menantikan tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah dan pihak terkait, mulai dari pemeriksaan kondisi bangunan, kepastian pembiayaan, hingga pelaksanaan perbaikan. Perhatian terhadap SMP Satu Sinaboi Satu Atap di wilayah Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, diharapkan menjadi langkah nyata agar seluruh siswa memperoleh lingkungan belajar yang aman, layak, dan mendukung masa depan mereka.|Santi Sinaga*













