JAKARTA| Atisinews.com — Pengurus Pusat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menerima kunjungan delegasi Xiamen University, Tiongkok, yang dipimpin Rektor Prof. Hu Wenping, di Sekretariat INTI, MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran akademik, pengembangan sumber daya manusia, dan pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia.
Delegasi diterima Ketua Harian PP INTI Ulung Rusman bersama Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Tiongkok dan Diaspora Global Robert Njo. Turut hadir Bendahara Umum INTI Muliawan Jahja, pendiri INTI dan PINTI Nancy, Wakil Ketua Umum INTI Tomi Wistan, Ketua Bidang Perdagangan Tiongkok Jahja B. Soenarjo, serta Dewan Pengawas INTI Joko Wihardjo. Delegasi Xiamen University juga terdiri atas sejumlah pejabat yang membidangi kebijakan, riset dan teknologi, kerja sama internasional, pendidikan bahasa Mandarin, serta kemitraan akademik dan industri.
Ketua Harian PP INTI Ulung Rusman menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Tiongkok berpotensi memperkuat hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan kompetensi.
INTI berharap penjajakan ini dapat ditindaklanjuti melalui program konkret, antara lain pertukaran mahasiswa dan tenaga pendidik, pemberian beasiswa, pelatihan, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan global.
Sementara itu, Robert Njo menilai kolaborasi pendidikan dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas hubungan kedua negara, termasuk dalam bidang perdagangan, investasi, teknologi, dan pengembangan talenta. Menurutnya, Xiamen University berpotensi menjadi mitra yang mempertemukan dunia akademik dengan jaringan bisnis dan industri di Indonesia.
Ia berharap INTI dapat berperan sebagai penghubung untuk membangun sinergi yang membuka akses pendidikan sekaligus memperluas wawasan generasi muda mengenai perkembangan teknologi, budaya, dan dinamika ekonomi global.
Dalam pertemuan tersebut, pendidikan bahasa Mandarin juga menjadi salah satu peluang kerja sama yang mendapat perhatian. Nancy menilai kemampuan berbahasa Mandarin semakin relevan untuk mendukung komunikasi lintas budaya, pendidikan, serta hubungan ekonomi dan perdagangan internasional.
Ia berharap INTI dan Xiamen University dapat menjajaki program pembelajaran bahasa Mandarin, pelatihan pengajar, pertukaran tenaga pendidik, penyediaan materi pembelajaran, dan pengenalan budaya Tiongkok yang sesuai dengan konteks Indonesia.
“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat diwujudkan menjadi kerja sama konkret yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia. Kami ingin semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh kesempatan belajar bahasa Mandarin, memahami budaya, dan membangun kompetensi untuk menghadapi tantangan global,” ujar Nancy.
Xiamen University merupakan perguruan tinggi di Tiongkok yang didirikan pada 1921 dan memiliki pengalaman dalam pendidikan serta kerja sama internasional. Bagi INTI, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran organisasi sebagai jembatan kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas, pemerintah, dan dunia usaha.
Ke depan, kedua pihak diharapkan dapat melanjutkan komunikasi melalui pembahasan teknis dan penyusunan program yang terukur, mulai dari beasiswa, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan jejaring akademik. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan Indonesia–Tiongkok melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.***













