JAKARTA|Atisinews.com – Di tengah kesibukan menekuni dunia security atau industri sekuriti, Sanny Suharli tetap meluangkan waktu untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan melalui Rotary. Baginya, aktivitas profesional dan kepedulian terhadap sesama merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan.
Perjalanan Sanny di industri sekuriti mempertemukannya dengan berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi keamanan hingga kebutuhan meningkatkan profesionalisme pelaku industri. Sebagai Ketua Umum Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI), ia berada di lingkungan yang menuntut perhatian terhadap inovasi, kolaborasi, dan perkembangan sektor keamanan.
Namun, kesibukan di dunia profesional tidak lantas menutup ruang bagi aktivitas sosial. Sanny juga menjalani perjalanan panjang bersama Rotary, organisasi yang menempatkan pelayanan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dari kegiatannya. Ia tercatat sebagai anggota pendiri Rotary Club Jakarta Thamrin sejak 1990 dan kemudian dipercaya mengemban tanggung jawab kepemimpinan di lingkungan Rotary Indonesia.
Keterlibatannya dalam Rotary menjadi bagian dari perjalanan yang mempertemukan jejaring profesional dengan semangat pengabdian. Berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk perhatian terhadap sanitasi, kesehatan ibu dan bayi, serta akses air bersih, merupakan bidang pelayanan yang mendapat perhatian dalam gerakan Rotary.
Dua dunia yang dijalani Sanny memiliki fokus berbeda. Industri sekuriti berkaitan dengan perlindungan, keamanan, dan pemanfaatan teknologi, sedangkan kegiatan Rotary membuka ruang untuk terlibat dalam berbagai program sosial. Keduanya membutuhkan kemampuan membangun hubungan, bekerja sama, dan menggerakkan banyak pihak.
Kiprah Sanny Suharli memperlihatkan bahwa kesibukan dalam dunia usaha tidak harus menjadi penghalang untuk peduli terhadap masyarakat. Di tengah agenda profesional dan tanggung jawab organisasi, keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan menjadi bagian lain dari perjalanan hidupnya.
Bagi Sanny, dunia security dan Rotary bukan sekadar dua lingkungan organisasi yang berbeda, melainkan dua ruang aktivitas yang sama-sama membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan tanggung jawab. Di antara urusan keamanan dan pelayanan sosial, ia terus menjalani peran profesional sekaligus membuka ruang bagi kepedulian terhadap sesama.***












