JAKARTA|Atisinews.com — Upaya menghidupkan kembali geliat perdagangan ikan hias di Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat, mendapat dukungan dari Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo dan Ketua Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) Bryan Gautama.
Dukungan itu mengemuka dalam kegiatan “Gebyar Edukasi Ikan Hias” yang digelar APIC bersama Kelompok Kerja (Pokja) PWI Wali Kota Jakarta Barat di TPHP Cengkareng, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan ratusan siswa PAUD, TK, dan SD untuk mengenal beragam jenis ikan hias yang diperdagangkan oleh puluhan pelaku usaha di kawasan tersebut.
Kegiatan dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat Depika Romadi yang mewakili Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah. Prosesi pembukaan ditandai pemukulan gong oleh Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo. Turut hadir Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Agus Ramdani serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan.
Kesit menilai kegiatan edukasi tersebut menjadi langkah positif untuk memperkenalkan ikan hias kepada generasi muda sekaligus memperluas perhatian masyarakat terhadap keberadaan sentra perdagangan ikan hias di Cengkareng.
Sementara Bryan Gautama mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar pameran, tetapi bagian dari program berkelanjutan untuk membuat TPHP Cengkareng kembali ramai dikunjungi masyarakat.
“Selama tiga bulan ke depan ini kami akan terus menggelar pameran seperti ini. Dua atau tiga hari dalam seminggu anak-anak PAUD, TK dan SD akan datang ke sini, meramaikan Tempat Promosi Hasil Perikanan ini,” ujar Bryan.
Menurut Bryan, program kunjungan edukasi diharapkan mampu menciptakan pasar baru sekaligus menjadikan TPHP Cengkareng sebagai ruang edukasi yang menarik bagi anak-anak dan keluarga. Hal tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah yang sebelumnya mendorong promosi digital dan kegiatan edukasi untuk meningkatkan kunjungan ke sentra ikan hias tersebut.
Hasudungan mengatakan Pemprov DKI Jakarta mendukung kegiatan yang memberikan dampak positif terhadap promosi dan pengembangan usaha hasil perikanan, termasuk perdagangan ikan hias. Ia melihat kawasan TPHP Cengkareng memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh, termasuk menjadi destinasi edukasi dan wisata ikan hias.
“Pemprov DKI Jakarta tentunya sangat mendukung kegiatan yang berdampak positif untuk kemajuan usaha ikan hias. Apalagi kalau lokasi ini bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata ikan hias, sehingga masyarakat luas bisa lebih mengenal biota laut secara lebih dekat,” kata Hasudungan.
Ia menambahkan, keberadaan puluhan pelaku usaha ikan hias di TPHP Cengkareng memiliki nilai ekonomi sekaligus potensi edukasi. Karena itu, pengembangan kawasan perlu dilakukan secara bertahap melalui promosi, penataan, perawatan, dan berbagai kegiatan yang mampu menarik masyarakat datang.
Sebelum meninggalkan lokasi, Hasudungan meninjau langsung aktivitas para pedagang serta berdialog dengan sejumlah pelaku usaha untuk mendengarkan kondisi dan kebutuhan pengembangan sentra ikan hias tersebut.
Dukungan terhadap pengembangan TPHP Cengkareng menjadi penting karena sentra ini sebelumnya juga menghadapi persoalan sepinya pengunjung dan kondisi fasilitas yang perlu mendapat perhatian. Pada Maret 2026, Pemprov DKI melalui UPT PPISHP membenarkan adanya atap salah satu kios yang runtuh karena faktor usia.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, organisasi wartawan, dan masyarakat, TPHP Cengkareng diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi ikan hias, tetapi berkembang menjadi pusat edukasi, promosi, dan aktivitas ekonomi kreatif yang dikenal lebih luas oleh warga Jakarta.***












