JAKARTA – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan akan keamanan, Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) hadir sebagai kekuatan baru yang menyatukan profesional, akademisi, hingga pelaku industri dalam satu visi besar: menjadikan Indonesia sebagai pusat kompetensi teknologi sekuriti yang diakui dunia.
Berdiri resmi pada 13 Juli 2017 di JCC Senayan, ATISI bukan sekadar organisasi—melainkan ekosistem strategis yang mendorong transformasi sektor keamanan berbasis teknologi. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Ir. Sanny Suharli, ATISI membawa misi besar untuk membangun sistem keamanan industri yang modern, adaptif, dan berstandar internasional.
Visi Besar, Langkah Nyata
ATISI menargetkan diri sebagai wadah utama bagi profesional dan pemerhati teknologi sekuriti industri. Fokusnya jelas: meningkatkan kompetensi, memperluas kolaborasi global, serta memastikan eksistensi Indonesia diakui dalam komunitas sekuriti internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, mulai dari pelatihan, seminar, benchmarking internasional, hingga penyelenggaraan sertifikasi profesi. ATISI juga aktif memberikan masukan kepada institusi negara, khususnya POLRI, dalam pengembangan regulasi dan pengawasan teknologi sekuriti di Indonesia.
Kolaborasi Global, Standar Internasional
ATISI tidak berjalan sendiri. Dukungan dari perusahaan teknologi sekuriti kelas dunia seperti Hikvision (China), Hanwha Techwin (Korea), Pelco dan Honeywell (USA), Garrett (USA), Smiths Detection (UK), hingga Dahua (China) menjadi bukti kuat bahwa ATISI memiliki jaringan global yang solid.
Kolaborasi ini membuka akses terhadap teknologi terkini mulai dari sistem CCTV canggih, deteksi ancaman, hingga solusi keamanan berbasis AI yang kemudian diadaptasi untuk kebutuhan industri di Indonesia.
Struktur Kuat, Kredibilitas Tinggi
Didukung oleh jajaran pengurus yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional, purnawirawan Polri, hingga profesional berpengalaman, ATISI memiliki fondasi organisasi yang kokoh. Keterlibatan institusi seperti POLRI dan BNPT dalam struktur pembina semakin memperkuat posisi ATISI sebagai mitra strategis negara dalam bidang keamanan.
Beragam bidang spesialis juga dikembangkan, mulai dari cyber security, perbankan, migas, hingga anti-terorisme dan aviation security (AVSEC), menjadikan ATISI sebagai organisasi yang komprehensif dan adaptif terhadap berbagai sektor industri.
Jaringan Luas, Dampak Nyata
ATISI telah memperluas jangkauannya hingga ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Korea, China, Australia, Jerman, dan Inggris. Di dalam negeri, jaringan ATISI tersebar di kota-kota strategis seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Balikpapan.
Dengan kantor pusat di Wisma Slipi, Jakarta, ATISI terus bergerak aktif membangun sinergi lintas sektor demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi masyarakat Indonesia.
Lebih dari Sekadar Asosiasi
ATISI bukan hanya organisasi ini adalah gerakan. Gerakan menuju masa depan keamanan yang lebih cerdas, terintegrasi, dan berkelas dunia.
“Kami percaya, keamanan bukan hanya kebutuhan, tapi fondasi utama kemajuan bangsa.”
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, ATISI siap menjadi motor penggerak industri sekuriti Indonesia menuju panggung global.***





