LAMPUNG|Atisinews.com — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dengan terjadinya erupsi pada Kamis (8/10/2026) sore. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, erupsi tercatat mulai pukul 18.28 WIB dan masih berlangsung ketika pemantauan dilakukan pada pukul 18.41 WIB.
Dalam laporan tersebut, tinggi kolom letusan belum dapat diamati secara visual. Kondisi ini menyebabkan ketinggian material yang keluar saat erupsi belum bisa dipastikan berdasarkan pengamatan yang tersedia. Aktivitas gunung api yang berada di kawasan perairan Selat Sunda itu pun menjadi perhatian dalam upaya pemantauan kebencanaan.
Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II atau Waspada. Status tersebut mengikuti evaluasi aktivitas vulkanik yang menurunkan tingkat kewaspadaan dari Level III atau Siaga menjadi Level II pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB. Perubahan status itu tidak berarti masyarakat bebas beraktivitas di sekitar kawah aktif.
Masyarakat, nelayan, dan wisatawan di sekitar kawasan Selat Sunda diingatkan untuk menaati rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati pusat kawah dalam radius 2 kilometer. Pembatasan tersebut bertujuan mengurangi risiko apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik atau lontaran material dari kawah.
BPBD dan instansi pemantauan gunung api mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya. Informasi mengenai perkembangan erupsi, perubahan status, dan rekomendasi kawasan berbahaya perlu mengacu pada keterangan resmi otoritas terkait.
Hingga pemantauan yang dilaporkan pada Kamis sore, tinggi kolom erupsi Gunung Anak Krakatau belum teramati secara visual. Masyarakat di wilayah pesisir Lampung dan Banten diharapkan terus mengikuti informasi terbaru serta mematuhi seluruh arahan petugas demi menjaga keselamatan.***













