BOGOR – Aksi tak biasa dilakukan Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, dalam memerangi peredaran obat keras ilegal. Demi mengecoh target yang dikenal licin, ia rela melepas seragam dinas dan menyamar sebagai seorang satpam. Strategi penyamaran ini terbukti efektif, bahkan menjadi kunci sukses pengungkapan jaringan peredaran obat terlarang di wilayah Cileungsi hingga Bekasi.
Operasi dimulai di kawasan Cikalagan, Kecamatan Cileungsi, pada Selasa (14/4/2026). Dalam penggerebekan pertama, aparat dari Polsek Cileungsi berhasil mengamankan dua pengedar beserta barang bukti awal. Tanpa membuang waktu, petugas langsung melakukan pengembangan ke wilayah Bekasi.
“Upaya pemberantasan obat-obatan terlarang yang digencarkan Polres Bogor kembali membuahkan hasil. Kali ini, kami berhasil mengungkap sejumlah kasus dalam satu hari,” ujar Kompol Edison dalam keterangannya.
Situasi sempat memanas saat penyergapan di Bekasi. Salah satu pelaku berusaha kabur dan berhasil lolos dari kejaran petugas. Meski begitu, polisi tetap berhasil mengamankan stok obat keras yang diduga siap diedarkan. Di lokasi lain, dua pemuda kembali diringkus dengan barang bukti serupa.
Dari operasi maraton ini, polisi menyita total 1.000 butir obat keras ilegal. Obat-obatan tersebut diketahui sangat berbahaya jika dikonsumsi tanpa resep dokter dan kerap disalahgunakan, terutama di kalangan remaja.
Saat ini, seluruh pelaku beserta barang bukti telah dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Bogor untuk pengembangan lebih lanjut. Polisi kini memburu bandar besar yang diduga menjadi otak di balik jaringan peredaran obat ilegal ini.***





