JAKARTA|Atisinews.com – Petugas satuan pengamanan (satpam) Sekolah Santo Kristoforus menunjukkan peran profesionalnya tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekolah, tetapi juga turut mendidik para murid agar peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Melalui edukasi sederhana, para satpam mengingatkan murid untuk membuang sampah bekas minuman air mineral dan botol plastik pada tempat sampah yang telah disediakan. Langkah ini bertujuan membangun kebiasaan disiplin sekaligus menanamkan kesadaran bahwa kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan. Para murid diarahkan agar tidak membuang botol plastik sembarangan, melainkan mengumpulkannya di tempat yang telah ditentukan sehingga sampah dapat dipilah dan dikelola dengan lebih baik.
Tidak berhenti pada kebersihan, limbah botol plastik yang terkumpul direncanakan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan prakarya atau diolah menjadi produk lain yang memiliki nilai guna. Dengan demikian, sampah yang selama ini dianggap tidak berguna berpotensi menjadi media pembelajaran kreatif bagi para murid.
Peran satpam dalam kegiatan ini mencerminkan perkembangan profesi satuan pengamanan yang semakin luas. Satpam profesional tidak hanya dituntut memiliki kemampuan menjaga keamanan, mengawasi aktivitas, menerapkan prosedur operasional, dan memberikan pelayanan yang baik, tetapi juga mampu membangun komunikasi positif serta menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman.
Di lingkungan sekolah, pendekatan edukatif menjadi penting karena petugas keamanan berinteraksi langsung dengan murid, guru, orang tua, dan tenaga kependidikan. Teguran yang santun, arahan yang jelas, serta contoh perilaku yang baik dapat membantu menumbuhkan kedisiplinan tanpa mengabaikan sisi humanis dalam pelayanan.
Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Santo Kristoforus diharapkan semakin memperkuat budaya kebersihan, kepedulian lingkungan, dan pemanfaatan sampah secara bertanggung jawab. Langkah sederhana yang dilakukan satpam ini menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan sekolah dan mendukung pendidikan karakter dapat berjalan beriringan, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, sehat, dan berkelanjutan.***













