Home / TECHNOLOGY

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Teknologi AI dan Zero Trust Jadi Strategi Baru Keamanan Perbankan Digital

INTERNATIONAL|Atisinews.com – Transformasi digital mendorong bank nasional dan internasional memperkuat sistem keamanan siber. Di tengah meningkatnya transaksi perbankan melalui aplikasi, internet banking, dan layanan pembayaran digital, perlindungan dana serta data nasabah menjadi prioritas utama industri keuangan.

Ancaman peretasan, pencurian identitas, penipuan digital, serangan ransomware, hingga gangguan operasional menuntut bank membangun pertahanan berlapis. Keamanan perbankan tidak cukup hanya mengandalkan kata sandi atau firewall, tetapi membutuhkan kombinasi teknologi, pengawasan, sumber daya manusia, dan tata kelola risiko yang kuat.

Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sistem ini dapat membantu menganalisis pola transaksi, mengenali aktivitas tidak biasa, dan memberikan peringatan dini terhadap dugaan penipuan. Namun, hasil deteksi tetap memerlukan pengawasan serta prosedur penanganan yang tepat.

Baca Juga  Xiaomi Hadirkan 3 Wearable Baru, Intip Harga dan Speknya

Strategi berikutnya adalah penerapan Zero Trust Security, yaitu prinsip bahwa setiap pengguna, perangkat, dan permintaan akses harus diverifikasi. Bank juga perlu menerapkan autentikasi multifaktor, enkripsi data, pembatasan hak akses, serta pemantauan jaringan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko akses tanpa izin.

Selain mencegah serangan, bank perlu menyiapkan sistem pemulihan apabila terjadi insiden. Pencadangan data secara berkala, penyimpanan cadangan yang terlindungi, pengujian keamanan independen, simulasi serangan, serta tim tanggap insiden menjadi bagian penting untuk menjaga layanan tetap berjalan dan mempercepat pemulihan.

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan panduan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia pada 29 April 2025. Sementara itu, Bank Indonesia juga memperkuat pengamanan transaksi BI-FAST melalui deteksi anomali, pengelolaan penipuan, pemantauan operasional, audit sistem informasi, dan mekanisme penanganan insiden siber. Kebijakan tersebut menunjukkan pentingnya pengamanan yang mencakup aspek manusia, proses, dan teknologi.

Baca Juga  Robotika Polifungsional Makin Canggih, Manusia Dituntut Beradaptasi dengan Era Mesin Cerdas

Pada akhirnya, tidak ada teknologi yang dapat menjamin sistem perbankan sepenuhnya bebas dari peretasan atau gangguan. Karena itu, bank perlu terus memperbarui sistem keamanan, menguji kerentanan secara berkala, mengawasi risiko dari mitra teknologi, serta meningkatkan edukasi nasabah agar tidak mudah tertipu phishing maupun pencurian kode OTP. Keamanan siber yang kuat bukan hanya melindungi aset, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.***

Share :

Baca Juga

TECHNOLOGY

Komputer Makin Canggih, Teknologi Apa yang Bisa Menggantikannya?

TECHNOLOGY

Robotika Polifungsional Makin Canggih, Manusia Dituntut Beradaptasi dengan Era Mesin Cerdas

TECHNOLOGY

BRIN Perkuat Teknologi Biomedis untuk Dorong Inovasi Kesehatan Indonesia

TECHNOLOGY

6 Tren Keamanan Siber 2026 yang Perlu Diantisipasi Perusahaan

TECHNOLOGY

Teknologi FDS Perkuat Sistem Keamanan Perbankan di Era Digital

TECHNOLOGY

Tren Rambut 2026: Warna Dua Sisi Pink-Hitam hingga Biru-Hitam Makin Digemari

TECHNOLOGY

Tren Model Dress Brokat 2026 Semakin Modern, Elegan untuk Pesta

TECHNOLOGY

Tren Kutek 2026, Warna Cantik untuk Gaya Lebih Anggun